Tur GAP Ikonik | 4 Malam Menginap dengan Penerbangan, Berangkat dari Istanbul, Dimulai di Adana

Detil tur

Saat menjelajahi kota-kota bersejarah paling istimewa di Mesopotamia dan budayanya yang unik, pengalaman perjalanan yang tak terlupakan dengan sejarah, cita rasa, dan budayanya menanti Anda.

Gaziantep - Şanlıurfa - Diyarbakır - Batman - Mardin 4 Pulang-Pergi | Pesawat
Perlu diketahui

Diskon Anak dan Aturan Sirkuler

  Diskon anak berlaku untuk rentang usia 7–12 tahun.

  Sirkuler tur berlaku sejak tanggal penerbitannya, yaitu 19.01.2026. Sirkuler yang diterbitkan pada tanggal berikutnya untuk tur yang sama akan membatalkan sirkuler sebelumnya.

  Layanan tambahan wajib sudah termasuk dalam biaya tur.

 

Informasi Penting tentang Tur dengan Pesawat

  • Pada tur dengan pesawat, seluruh proses terkait penerbangan tunduk pada ketentuan perjanjian maskapai penerbangan.
  • Asuransi pembatalan tidak mencakup transportasi udara.
  • Sistem penetapan harga bertingkat diterapkan; harga yang tercantum adalah harga yang dimulai dari kelas terendah.
  • Penerbangan kelas ekonomi digunakan dalam program tur dengan pesawat.
  • Tiket pesawat diterbitkan secara pulang-pergi sekaligus. Apabila penerbangan pergi tidak digunakan, penerbangan pulang juga menjadi tidak berlaku sesuai aturan “penggunaan berurutan” maskapai penerbangan. Oleh karena itu, tidak dimungkinkan untuk hanya mengikuti penerbangan pulang.

 

Tiket Masuk Museum – Situs Bersejarah – Taman Nasional

Seluruh biaya masuk museum, situs bersejarah, dan taman nasional menjadi tanggungan tamu. Tamu kami dapat memperoleh kartu dari titik penjualan Müzekart sebelum atau selama tur, untuk mendapatkan keuntungan di museum dan situs bersejarah yang menerima Müzekart.

Cakupan Harga Paket

Harga tur paket kami mencakup akomodasi hotel, transportasi, dan kunjungan sekitar yang tercantum dalam program.

Tempat Istirahat

Waktu istirahat diberikan di fasilitas peristirahatan yang berada di sepanjang rute. Karena kepadatan, renovasi, atau alasan kahar lainnya, tempat istirahat dapat diubah dengan syarat setara dari segi kualitas layanan dan lokasi.

Tur Ekstra dan Alur Program

Tur malam dan kunjungan ekstra yang tercantum dalam program tur diselenggarakan bergantung pada jumlah peserta dan ketersediaan staf yang bertugas. Tur ekstra yang dilakukan dalam perjalanan dapat tetap diselenggarakan meskipun tidak semua tamu berpartisipasi. Tamu kami yang tidak ingin mengikuti tur ekstra akan diarahkan oleh pemandu ke area istirahat sebelum pintu masuk kota atau ke pusat kota. Dalam hal ini, tamu yang menerima untuk menunggu di area istirahat dianggap telah mengikuti tur.

Karena kondisi cuaca, keadaan jalan, atau alasan serupa, pemandu dapat mengubah urutan program (titik kunjungan dalam satu hari atau ant hari) apabila dianggap perlu.

Go-Turkey tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas titik-titik yang tidak dapat dikunjungi meskipun tercantum dalam program, karena alasan kahar (kondisi cuaca, keadaan jalan, kepadatan di titik kunjungan, dan lain-lain) atau karena tamu tidak mematuhi waktu yang ditentukan oleh pemandu.

Pemberitahuan Kesehatan

Tamu kami wajib membawa laporan dan informasi terkait masalah kesehatan yang mungkin dialami selama tur, kondisi kehamilan, atau obat-obatan yang digunakan secara rutin.

Informasi Akomodasi

Nama hotel yang tercantum dalam program adalah fasilitas akomodasi pilihan utama. Hotel dapat diubah bergantung pada ketersediaan. Informasi hotel tempat menginap akan dibagikan kepada tamu kami apabila diminta, paling lambat 48 jam sebelum keberangkatan tur. Apabila terjadi perubahan hotel karena kepadatan atau alasan kahar, dengan syarat memiliki standar yang sama, tamu kami akan diberi tahu oleh perwakilan Go-Turkey.

Catatan Penting

  • Pada tur dengan penerbangan, dapat terjadi keterlambatan pesawat karena kepadatan.
  • Tur malam bersifat ekstra dan diselenggarakan sesuai dengan jumlah peserta.

Kendaraan yang Digunakan

Kendaraan tur direncanakan sebagai berikut, sesuai dengan jumlah peserta:

Bus (28–46 orang):
Mercedes Travego / Tourismo, Neoplan Cityliner / Tourliner, Mitsubishi Safir
(ABS, ASR, AC, monitor, kulkas, unit dapur, lampu baca, sistem pengumuman, CD/DVD)

Bus sedang (17–27 orang):
Isuzu Turkuaz
(ABS, ASR, AC, monitor, kulkas, sistem pengumuman)

Minibus (hingga 16 orang):
VW Volt, VW Volt EL, Mercedes Sprinter, Mercedes Sprinter EL
(Kursi rebah berdesain khusus, ABS, ASR, AC, kulkas, sistem pengumuman)

Saran

  • Pilih pakaian dan sepatu yang sesuai dengan kondisi geografis dan cuaca di wilayah tur.
  • Disarankan untuk membawa perlengkapan pengisian daya yang diperlukan untuk mengambil foto dan video.
  • Obat-obatan yang digunakan secara rutin jangan sampai terlupa; gangguan alergi, kronis, atau keturunan harus diberitahukan kepada pemandu.
  • Produk perawatan pribadi, tas ransel, dan barang pribadi yang akan membuat perjalanan lebih menyenangkan harus dibawa.
  • Pada program yang mencakup tur perahu dan waktu istirahat untuk berenang, disarankan untuk membawa pakaian renang, handuk, tabir surya, dan perlengkapan laut lainnya.

Program tur dan penjelasan di atas telah disusun secara orisinal oleh Go-Turkey. Tidak boleh disalin, diperbanyak, atau diterbitkan tanpa izin. Program ini disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6502 tentang Perlindungan Konsumen dan harus dinilai sebagai satu kesatuan.

Bandara Sabiha Gökçen
Program Tur
Adana – Jembatan Taşköprü – Masjid Pusat Sabancı – Gaziantep – Bazar-Bazar Bersejarah – Museum Mosaik Zeugma

 JALUR CITA RASA DAN SEJARAH DARI ADANA HINGGA ANTEP

Pada hari pertama tur, kami memulai perjalanan yang menelusuri kisah ribuan tahun Anatolia Tenggara dengan berkumpul di Bandara Sabiha Gökçen Istanbul pada pagi hari. Kami harus sudah siap di bandara bersama kartu identitas minimal dua jam sebelum waktu penerbangan. Saat lepas landas menuju Bandara Çukurova dengan penerbangan terjadwal AJet Airlines VF3142 yang berangkat pukul 08:15, kami merasakan bahwa bentang geografis yang terbentang di hadapan kami bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan melintasi waktu untuk menelusuri jejak peradaban. Setelah penerbangan sekitar 1,5 jam, kami mendarat di tanah subur Çukurova, bertemu pemandu yang telah menunggu kami, lalu menuju kendaraan. Untuk menghilangkan lelah perjalanan dan mengawali hari dengan menyenangkan, kami menikmati sarapan tambahan di Adana. Setelah sarapan, kami melihat secara panoramik Jembatan Batu Bersejarah yang telah berdiri kokoh selama berabad-abad di atas Sungai Seyhan. Jembatan yang fondasinya dibangun pada zaman Romawi ini tidak hanya menghubungkan kedua tepi sungai, tetapi juga menghubungkan masa-masa dari zaman kuno hingga masa kini. Selanjutnya, kami tiba di Masjid Pusat Sabancı yang menghiasi siluet Adana layaknya mahkota. Bangunan yang menjulang ke langit dengan enam menara dan memukau dengan kemegahannya ini merupakan perpaduan anggun antara arsitektur modern dan seni Islam tradisional. Sambil mendengarkan penjelasan pemandu tentang simbol-simbol yang tersembunyi dalam arsitektur masjid serta makna yang dibawa oleh kubah dan menara, kami merasakan bahwa tempat ini bukan sekadar ruang ibadah, tetapi juga menyuguhkan kisah spiritual. Setelah kunjungan yang mengesankan ini, kami mengucapkan selamat tinggal kepada Adana dan melanjutkan perjalanan menuju Gaziantep, yang dianggap sebagai jantung Anatolia Tenggara. Sepanjang perjalanan, perubahan bentang geografis, warna batu, dan tekstur tanah perlahan mempersiapkan kami untuk mengenal budaya Mesopotamia. Setibanya di Gaziantep, kami melihat secara panoramik Kastel Gaziantep yang menjulang di titik yang menguasai kota. Kastel yang menyimpan jejak banyak peradaban selama berabad-abad, mulai dari Romawi hingga Bizantium, dari Seljuk hingga Utsmaniyah, ini juga merupakan simbol semangat perlawanan Antep. Saat menuruni lereng kastel, kami memasuki kawasan bazar bersejarah yang seolah-olah menyerupai museum terbuka. Diiringi suara palu tembaga yang bergema di gang-gang sempit, kami berkeliling di antara Bakırcılar Çarşısı, Zincirli Bedesten, Gümrük Hanı, Uzun Çarşı, dan penginapan-penginapan di sekitarnya. Setiap toko dan setiap dinding batu membisikkan tradisi para pedagang yang diwariskan dari masa lalu hingga kini. Kami berjalan-jalan singkat di Pasar Almacı, salah satu kawasan perdagangan tertua di Gaziantep, di antara aroma rempah-rempah. Di sini, kami berkesempatan mengenal lebih dekat produk-produk yang menjadi bahan utama masakan Antep. Perjalanan kami membawa kami ke Tahmis Kahvesi, tempat aroma kopi tidak pernah hilang sejak abad ke-17. Dalam waktu istirahat di antara dinding-dinding batu bersejarah sambil menikmati kopi menengiç, kami merasakan ritme kehidupan Antep yang mengalir perlahan dan mendalam. Setelah menyelesaikan belanja baklava, kacang pistachio, dan produk lokal pada waktu bebas, kami mengunjungi Museum Perjuangan Nasional Şahinbey yang menyoroti sejarah modern kota ini. Di museum bawah tanah ini, kami mengikuti langkah demi langkah perjuangan heroik rakyat Antep melawan pendudukan dan merasakan secara mendalam bagaimana gelar “Gazi” diperoleh. Perhentian terakhir hari ini adalah Museum Mosaik Zeugma, yang menjadi tempat penyimpanan salah satu koleksi mosaik terpenting di dunia. Saat berkeliling di antara mosaik-mosaik yang berasal dari kota kuno Zeugma yang didirikan di tepi Sungai Efrat, adegan-adegan yang menghiasi lantai vila-vila Romawi membawa kami kembali ke dua ribu tahun yang lalu. Khususnya, Mosaik Gadis Gipsi, yang seolah-olah mengikuti setiap orang dengan tatapannya, menjadi salah satu karya paling mengesankan di museum dan membekas dalam ingatan. Setelah perjalanan yang memesona ini, kami menuju hotel dan beristirahat untuk makan malam serta bermalam.

Informasi Makan dan Minum:
Sarapan: Akan disajikan di restoran yang sesuai di Adana. (Ekstra/opsional)
Makan siang: Akan disantap pada waktu bebas di Gaziantep. (Ekstra/opsional)
Makan malam: Akan disajikan di hotel kami sebagai prasmanan atau menu set. (Sudah termasuk dalam biaya tur)
Akomodasi: Hotel di Gaziantep: Büyük Veliç Otel, Ugurlu Otel, Park Dedeman Otel, Shimall Otel, dan hotel-hotel serupa. 

Halfeti – Tur Perahu – Rumkale – Adıyaman – Kahta – Gunung Nemrut – Diyarbakır

DARI KEHIDUPAN YANG HILANG DI PERAIRAN EFRAT HINGGA PUNCAK PARA DEWA

Pada hari kedua tur, setelah sarapan pagi di hotel, kami berangkat menuju Halfeti, sebuah kota dongeng yang diselimuti keheningan di tepi Sungai Efrat. Sepanjang perjalanan, tanah subur Mesopotamia dan permukiman kuno menemani kita. Setibanya di Halfeti, kita dapat merasakan bahwa waktu berjalan lebih lambat di sini. Sebagian besar permukiman lama terendam air setelah pembangunan Bendungan Birecik; yang tersisa hanyalah menara-menara masjid yang belum selesai, rumah-rumah yang ditinggalkan, dan kisah-kisah pilu. Bersama tamu-tamu yang berminat, kita mengikuti Tur Perahu Halfeti yang diselenggarakan sebagai kegiatan tambahan. Saat meluncur di atas Sungai Efrat, siluet megah Rumkale di atas tebing-tebing terjal menyambut kita. Benteng yang menjadi bahan berbagai legenda ini telah menjadi rumah bagi banyak peradaban sepanjang sejarah. Dalam perjalanan, saat melihat Menara Masjid yang Tenggelam dan desa-desa yang berada di bawah air, kita menyaksikan jejak yang ditinggalkan oleh alam yang berubah akibat ulah manusia. Setelah tur perahu, kita beristirahat sejenak di Halfeti, kemudian melanjutkan perjalanan menuju distrik Kahta di Adıyaman. Dengan minibus yang menunggu kita di sini, kita mulai mendaki menuju tanah suci Kerajaan Kommagen untuk mengikuti tur Gunung Nemrut sebagai kegiatan tambahan. Perhentian pertama kita adalah Tumulus Karakuş. Makam monumental yang menyimpan makam para perempuan kerajaan ini memperlihatkan kemegahan Kerajaan Kommagen serta pandangannya tentang kematian. Selanjutnya, kita tiba di Jembatan Cendere, contoh anggun dari teknik sipil Romawi. Jembatan yang telah berdiri selama sekitar 1.800 tahun ini masih tetap kokoh, seolah menantang kekuatan waktu. Puncak hari ini tentu saja adalah Gunung Nemrut. Saat kita mendaki menuju puncak Pegunungan Taurus Timur, pemandangan menjadi semakin mengesankan. Di ketinggian 2.150 meter, kita menjumpai patung-patung raksasa tempat Raja Antiokhos I menempatkan dirinya sejajar dengan para dewa. Patung-patung yang berada di teras Timur dan Barat ini merupakan perpaduan unik antara kepercayaan Yunani dan Persia. Dengan penjelasan pemandu kita, kita memahami bahwa Nemrut bukan sekadar makam monumental, melainkan juga sebuah manifesto kepercayaan, sambil menyaksikan pemandangan kemerahan yang membentang di Mesopotamia saat matahari terbenam. Setelah momen-momen tak terlupakan ini, kita kembali ke kendaraan tur dan berangkat menuju hotel kita di Adıyaman atau Diyarbakır, lalu check-in di hotel pada malam hari. Makan malam dan akomodasi di hotel.

Informasi Makan dan Minum:
Sarapan: Sarapan prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Biaya Tur)
Makan siang: Akan disajikan di restoran yang sesuai dengan rute tur (Tambahan/opsional)
Makan malam: Akan disajikan dalam bentuk prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Biaya Tur)
Akomodasi: Hotel Adıyaman atau Diyarbakır – Taşsaray Bardakçı Otel, Adıyaman Samos Otel, Sv Business Otel, Plaza Otel, dan hotel-hotel lainnya.

Diyarbakır – Batman – Hasankeyf – Midyat – Dara – Mardin

MEMORI BATU, KESEDIHAN AIR, TANAH TEMPAT BERTEMUNYA BERBAGAI BAHASA DAN AGAMA

Pada hari ketiga tur kami, setelah sarapan pagi di hotel, kami mulai menjelajahi Diyarbakır, salah satu kota paling kuno di Mesopotamia. Kota ini, yang seolah menantang waktu dengan tembok-temboknya yang dibangun dari batu basal hitam, merupakan memori bersama berbagai peradaban yang telah bernapas dan hidup di tanah yang sama selama ribuan tahun. Persinggahan pertama kami adalah Masjid Agung Diyarbakır, salah satu masjid tertua di Anatolia. Bangunan yang dikenal sebagai “Harem-i Şerif kelima” dalam dunia Islam ini menyatukan jejak arsitektur dari berbagai periode dalam satu halaman. Saat berjalan di halamannya, doa-doa yang menggema di antara bebatuan dan keheningan sejarah sangat menyentuh hati. Selanjutnya, kami menuju Hasan Paşa Hanı, jantung kehidupan sosial Diyarbakır. Penginapan yang dahulu menjadi tempat singgah kafilah ini kini menyambut para pengunjung dengan kedai kopinya dan arsitektur batunya. Setelah itu, kami mengunjungi rumah tempat salah satu penyair penting yang lahir dari Diyarbakır, Cahit Sıtkı Tarancı, dilahirkan dan dibesarkan, lalu menelusuri jejak kehidupan yang terjalin dalam bait-bait puisi. Perjalanan kami berlanjut ke Menara Berkaki Empat, Keçi Burcu, dan Gerbang Mardin; kami mendengarkan dari pemandu kami kisah pertahanan Tembok Diyarbakır yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Setelah meninggalkan kota kuno ini, kami melanjutkan perjalanan melalui Batman dan tiba di Hasankeyf, salah satu persinggahan paling menyedihkan dalam sejarah. Permukiman kuno ini, yang telah menjadi rumah bagi tak terhitung peradaban selama dua belas ribu tahun, meskipun telah berada di bawah perairan Bendungan Ilısu, tetap melanjutkan kisah masa lalunya dalam keheningan yang mendalam. Dengan melihat Benteng Hasankeyf, menara tunggal Masjid El Rızık yang menjulang ke langit, serta gua-gua pahatan batu, kami menjadi saksi kesedihan kota kuno ini. Selama waktu bebas, para tamu yang berminat dapat mengikuti tur perahu tambahan di atas danau bendungan dan menyaksikan Hasankeyf lama dari atas air. Setelah meninggalkan Hasankeyf, kami melanjutkan perjalanan menuju Midyat, yang dianggap sebagai pusat budaya Asiria. Sambil berjalan di jalan-jalan Midyat yang dihiasi keanggunan seni pahat batu, kami mengunjungi Rumah Tamu Midyat yang menjadi lokasi berbagai serial dan film. Selanjutnya, kami singgah di sebuah bengkel untuk melihat kehalusan seni telkâri, yang telah dibentuk oleh tangan para pengrajin Asiria selama berabad-abad. Setelah waktu bebas, bersama para tamu yang berminat, kami mengunjungi Kota Kuno Dara sebagai kegiatan tambahan. (Kunjungan kami ke Kota Kuno Dara diselenggarakan sebagai kegiatan tambahan dan akan terlaksana apabila seluruh peserta ikut serta.) Di Dara, salah satu permukiman terpenting di Mesopotamia Hulu, bangunan-bangunan yang dipahat di dalam batu, waduk-waduk air, dan kawasan nekropolis menyambut kami. Di sini, kami merasakan langkah demi langkah makna menjadi kota perbatasan pada masa Bizantium. Di penghujung hari, kami tiba di Mardin, yang memiliki suasana memesona dengan teras-teras yang menghadap Dataran Mesopotamia; kami menetap di hotel untuk makan malam dan bermalam.

CATATAN: Para tamu yang berminat dapat mengikuti Tur Malam Mardin, yang dikenal sebagai kota berkalung pada malam hari dan tempat berpesta pada siang hari, untuk berkeliling di Jalan-Jalan Mardin Lama ditemani pencahayaan malam, atau mengikuti Malam Reyhani Mardin. (Tambahan)

Informasi Makan dan Minum
Sarapan: Sarapan prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Biaya Tur)
Makan siang: Akan disajikan di restoran yang sesuai dengan rute tur (Tambahan/opsional)
Makan malam: Akan disajikan sebagai prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Biaya Tur)
Akomodasi: Hotel-hotel di Mardin: Raymar Otel, Yay Grand Otel, Park Dedeman Otel, Artuklu Kervansaray Otel, Mardiva Otel, dan hotel-hotel sejenis

Deyrulzafaran – Madrasah Kasımiye – Mardin Lama – Göbeklitepe – Şanlıurfa – Malam Sıra Gecesi

MADRASAH, BIARA, DAN AWAL SEJARAH KEMANUSIAAN

Pada hari keempat tur, setelah sarapan pagi, kami meninggalkan Mardin dan berangkat menuju Biara Deyrulzafaran, salah satu pusat terpenting dunia Ortodoks Siria. Menjulang di lokasi yang mendominasi dataran dengan batu-batunya yang berwarna kuning keemasan, biara ini telah menjadi tempat tinggal para Patriark Siria selama berabad-abad. Saat mengunjungi Gereja Mor Hananyo, Rumah Para Santo, dan Kuil Matahari, kami melihat bagaimana lapisan kepercayaan sebelum dan sesudah Kekristenan saling berpadu di tempat yang sama. Setelah itu, kami kembali ke Mardin dan mengunjungi Madrasah Kasımiye, salah satu bangunan pendidikan terpenting dari masa Artuklu dan Akkoyunlu. Kolam dan saluran air di halamannya melambangkan perjalanan kehidupan dari kelahiran hingga kematian. Saat beristirahat menghadap Dataran Mesopotamia, ketenangan pemandangan seolah membuat waktu berhenti. Selanjutnya, kami berjalan-jalan di jalan-jalan Mardin Lama. Kami melewati bagian bawah abbara, lalu berkeliling di antara masjid, gereja, penginapan, dan rumah-rumah bersejarah. Melalui kunjungan ke Masjid Agung Mardin, Masjid Şehidiye, Rumah Şahtana yang dikenal sebagai Bangunan PTT lama, dan Alun-Alun Cumhuriyet, kami mengenal lebih dekat jiwa kota batu ini. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Mardin, kami berangkat menuju Şanlıurfa, negeri para nabi. Perhentian paling mengesankan hari itu adalah Göbeklitepe, yang mengubah sejarah umat manusia. Situs suci ini, yang diperkirakan berasal dari sekitar 12 ribu tahun lalu, merupakan salah satu penemuan arkeologi terpenting yang membuktikan bahwa kepercayaan telah ada sebelum pertanian. Sambil berjalan di antara monolit berbentuk T, kami merasakan kegembiraan berada di tempat ibadah pertama umat manusia. Pada malam hari, kami check-in di hotel di Şanlıurfa. Para tamu yang berminat dapat mengikuti Malam Sıra yang diselenggarakan sebagai acara tambahan dan merasakan budaya daerah ini ditemani musik dan hidangan.

CATATAN: Akomodasi hotel kami di Şanlıurfa termasuk sarapan. Untuk makan malam, para tamu yang berminat dapat mengikuti program malam Sıra dengan hidangan. (Tambahan)

Informasi Makanan dan Minuman:
Sarapan: Sarapan prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Harga Tur)
Makan siang: Akan disajikan di restoran yang sesuai dengan rute tur (Tambahan/pilihan)
Makan malam: Tidak termasuk dalam harga tur; tamu yang berminat dapat mengikuti program Malam Sıra Urfa dengan hidangan lokal sebagai acara tambahan.
Akomodasi: Hotel di Şanlıurfa: Orta Doğu Otel, Gülizar Otel, Grand Urfa Otel, Vera Otel, Anemon Otel, dan hotel-hotel serupa.

Şanlıurfa - Balıklıgöl – Harran – Tempat Kesabaran Nabi Ayub – Gaziantep – Istanbul

BERPAMITAN DARI TANAH TEMPAT SEJARAH BERMULA, MENGIKUTI JEJAK PARA NABI

Pada hari terakhir tur, setelah sarapan pagi di hotel, kami berangkat menuju pusat kota Şanlıurfa, salah satu pusat kepercayaan tertua dalam sejarah umat manusia. Tanah ini bukan hanya menjadi tempat bersemayamnya batu dan tanah, tetapi juga menjadi rumah bagi keimanan, kesabaran, dan kepasrahan. Persinggahan pertama kami adalah Balıklıgöl, salah satu kawasan suci terpenting yang langsung terlintas ketika menyebut Şanlıurfa. Menurut legenda, tempat Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api oleh Nemrut memperoleh tampilan sucinya seperti sekarang ketika, atas perintah Allah, api berubah menjadi air dan kayu-kayu berubah menjadi ikan. Saat berjalan di sekitar Danau Halil-ür Rahman dan Danau Aynzeliha, ikan-ikan suci yang berenang perlahan di dalam air memberikan perasaan damai dan ketenangan yang mendalam kepada para pengunjung. Dengan ditemani penjelasan pemandu, kami semakin memahami mengapa kawasan ini telah menjadi pusat ziarah dan doa selama berabad-abad. Setelah beristirahat untuk berfoto, kami memberikan waktu bebas singkat. Selama waktu bebas, kami berbelanja rempah-rempah dan pasta tomat buatan tangan khas Şanlıurfa. Setelah mengunjungi Balıklıgöl, kami berangkat menuju Harran, salah satu permukiman tertua di Mesopotamia yang berarti “tempat bertemunya jalan-jalan”. Harran, yang sejarahnya berawal sekitar lima ribu tahun lalu, bukan hanya sebuah permukiman, tetapi juga pernah menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan, pendidikan, dan keimanan. Di sini, kami melihat reruntuhan Universitas Harran (Masjid Agung), yang dianggap sebagai salah satu universitas pertama di dunia Islam, Gundukan Harran, dan bentengnya. Kami mengenal lebih dekat rumah-rumah berkubah kerucut yang menjadi ciri khas Harran dan hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah di dunia, serta bertamu ke salah satu rumah tersebut. Para tamu yang berminat dapat mengenakan pakaian tradisional dan berfoto sebagai kenang-kenangan di tengah keunikan arsitektur ini. Setelah mengunjungi Harran, kami berangkat menuju Makam Kesabaran Nabi Ayub, salah satu nabi yang dikenal karena kesabaran dan kepasrahannya. Menurut legenda, gua tempat Nabi Ayub dengan sabar menanggung penderitaan selama bertahun-tahun akibat penyakitnya kini menghadirkan suasana spiritual yang mendalam bagi para pengunjung. Di sini, kami mengunjungi sumur air yang diyakini menjadi tempat Nabi Ayub memperoleh kesembuhan, batu kesabaran, dan gua tersebut; melalui penjelasan pemandu, kami mendengarkan kisah ini dan tempatnya dalam sejarah umat manusia. Bersamaan dengan kunjungan yang bermakna ini, kami berpamitan kepada Şanlıurfa, tanah para nabi. Kami berangkat menuju Gaziantep, lalu, bergantung pada waktu penerbangan, menikmati waktu bebas singkat untuk berbelanja. Setelah itu, kami menuju Bandara Gaziantep dan, setelah menyelesaikan proses bagasi serta tiket, kembali ke Bandara Istanbul Sabiha Gökçen dengan penerbangan terjadwal AJet Airlines VF3231 yang akan berangkat pada pukul 21:25. Perjalanan tak terlupakan ke Anatolia Tenggara ini, di mana kami menyaksikan peradaban, kepercayaan, dan kebudayaan yang telah berusia ribuan tahun, kami akhiri dengan harapan dapat berjumpa kembali dalam perjalanan lainnya.

Informasi Makanan dan Minuman:
Sarapan: Sarapan prasmanan atau menu set di hotel (Termasuk dalam Biaya Tur)
Makan siang: Akan disediakan di restoran yang sesuai di sepanjang rute tur (Ekstra/ Opsional)
Makan malam: Akan disediakan selama waktu bebas di Gaziantep (Ekstra/ Opsional)